Apalagi hamba juga menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukan kecuali dengan pertolongan Allah SWT. Contohnya adalah Nabi Ayub A.S.,
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku ditimpa penyakit, padahal Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
Jangan pernah ragu atau malu, ungkapkan semua kebutuhan dan curahkan ke dalam hati semua perasaan yang mengganggumu dengan menangis dan berdoa kepada Tuhan.
Karena memang sudah seharusnya, perilaku seorang hamba mengadukan segala amalnya kepada Yang Maha Bijaksana, Maha Kaya, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.
3. Mengulangi shalat 3 kali
Nabi SAW mengajarkan tentang berbagai bacaan doa dalam kegiatan sehari-hari. Saat bangun tidur, awali hari dengan doa, dan saat ingin memejamkan mata lagi, akhiri dengan doa.
Nabi juga menghimbau umatnya untuk mengulang shalat sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari Allah SWT.
“Dari Amr bin Maimun dari Abdillah: Nabi SAW bahwa dia berdoa (mengulang) tiga kali dan berdoa (mengulang) tiga kali.” (Dilaporkan oleh Baikhaki).
4. Terus berbuat baik dan beramal
Sekalipun doa tidak terkabul, teruslah berbuat baik dan beramal agar Allah svt mengabulkan apa yang kamu minta.
Sudah selayaknya seorang hamba yang shalat melakukannya dengan semangat, banyak bersedekah, membantu sesama, memperbanyak amal ibadah, dan makan makanan dan minuman yang halal.
Bagaimana mungkin Allah swt mengabulkan doa seorang hamba sementara makanan, minuman dan pakaian diperoleh secara haram?
Shalat yang jauh dari tuntunan Syariah, bukanlah bentuk ibadah yang bermoral dan beradab. Hal inilah yang akan menjauhkanmu sehingga tak lagi bisa mengetuk pintu rahmat Allah.
Doa selalu istiqom dalam segala hal, baik dalam keadaan susah maupun senang. Karena salah satu rahasia doa yang cepat terkabul adalah tidak berjalan dengan baik.
5. Berdoa pada waktu yang tepat
Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa berdoa pada waktu yang tepat dapat memudahkan pengabulan doa. Adapun waktu yang mulia ini seperti sepertiga malam, ketika hari Jum'at di bulan Ramadhan, shalat setelah selesai shalat lima waktu dan shalat hari Araf (9 Zulhij).
“Allah turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: “Barang siapa berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, barangsiapa yang meminta, akan Kuberikan, dan barangsiapa yang meminta ampunan, pasti akan Aku ampuni.” “ (HR.Muslim).
Selain mencari waktu efektif untuk sholat, seorang muslim juga bisa memanfaatkan keadaan agar sholat bisa terkabul dengan cepat, antara lain saat adzan dan iqamah, saat sujud sebelum berbuka puasa, dan sholat di tengah hujan. maupun saat perang.