• Kamis, 4 Juni 2026

Kolaborasi Sembilan Seniman Tanah Air untuk Memeriahkan “Star Wars: The Mandalorian” Musim Ketiga

Photo Author
Administrator, Indexindonesia.com
- Rabu, 15 Maret 2023 | 14:36 WIB


Musim ketiga dari seri ini aksi langsung Lucasfilm Originals pemenang penghargaan, perang bintang: Orang Mandalorian"disiarkan secara eksklusif di Disney+ Hotstar mulai 1 Maret 2023. Untuk merayakan perilisan season terakhir ini, Disney+ Hotstar menggandeng berbagai seniman di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk menciptakan karya seni yang terinspirasi dari serial tersebut.


Berkolaborasi dengan sembilan seniman dari sembilan kota di Indonesia, masing-masing seniman menciptakan karya seni yang mencerminkan keragaman Indonesia, mengambil inspirasi dari The Mandalorian Helm. Para penggemar dapat melihat karya-karya tersebut secara langsung di PIK Central Market hingga 22 Maret 2023. Lihat karya-karya yang dibuat bekerja sama dengan masing-masing seniman berikut!


Gunkbudi – Banjarmasin


-


Seniman asal Banjarmasin ini terinspirasi dari petualangan Din Djarin dan Grog. Gunkbudi pun membayangkan apa jadinya jika dua karakter ikonik tersebut diberi misi di Pulau Kalimantan dan harus menghadapi kejutan atau misteri di hutan Kalimantan. Ia dihadapkan pada tugas untuk menyatukan petualangan Mando dan Grog yang sudah memiliki ciri khas masing-masing, baik dari segi plot maupun mode / baju besidan Force, dengan situasi di hutan Kalimantan.


Prasajadi di Bekasi


-


Ilustrator asal Bekasi ini membuat ilustrasi digital yang terinspirasi dari budaya urban Bekasi dan menampilkan elemen logo kota tersebut pada helm Mandalorian. Prasajadi mengaku kesulitan memasang dekorasi. pemandangan kota diantara foto Grog yang sedang memainkan permainan yang sedang populer di Indonesia saat ini yaitu lato-lato!


Monez – Bali


-


Seniman Bali ini mengambil inspirasi dari unsur-unsur yang biasa ditemukan di kampung halamannya, seperti topeng, naga, dan bunga tropis. Menurutnya, yang menghubungkan Bali dengan Mandalorian adalah topengnya. Dalam budaya Bali, topeng digunakan dalam tarian tradisional untuk menggambarkan kepribadian tokoh dalam pertunjukan. Padahal dalam Star Wars: The Mandalorian pun, topeng juga menjadi elemen penting, yakni identitas bangsa Mandalorian, bangsa pejuang.


Tommy Chandra Pekanbaru


-


Tommy Chandra telah berkontribusi dalam karya seni yang terinspirasi dari karakteristik kota Pekanbaru, seperti Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Kantor Gubernur Riau, Gedung Perpustakaan Soeman HS, dan Monumen Zapin sebagai backdrop. Ada juga beberapa motif Melayu Riau seperti Kuntum Berdampingan dan Pucuk Lapis sebagai hiasan pada helm Mandalorian. Seniman Pekanbaru ini mengaku bangga bisa bergabung dalam kerjasama ini untuk memperkenalkan seniman dan budaya lokal Indonesia kepada dunia.


Satriokk – Medan


-


Seniman asal Medan ini terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya, kesehariannya dan hal-hal unik yang ada di Sumatera Utara. Satriokk juga merasa tertantang ketika ia harus menggabungkan genre sci-fi Star Wars: The Mandalorian dengan kehidupannya di Medan sehingga ia bisa berakhir dengan ilustrasi yang sangat memukau.


Ken dan Amelia - Jakarta


-


Sebagai perwakilan ibu kota, Ken dan Amelia membuat karya seni yang memadukan unsur Star Wars: The Mandalorian dengan berbagai ciri khas Jakarta seperti Monas, ondel ondel, patung Jenderal Sudirman dan lain-lain. Meskipun mereka mengalami kesulitan menyatukan kedua elemen tersebut, mereka dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut hanya dalam waktu satu minggu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X