[ad_1]
Wisatanews.id,- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat baru-baru ini menggelar acara bertajuk “Menanggulangi Stunting di Hulu Sungai Sebagai Upaya Percepatan Penanggulangan Stunting bersama Pimpinan Program Balita (Kemitraan) di Hotel Puri Setiabudi, The kota bandung. .
Acara ini juga terselenggara atas kerjasama penyedia jasa pelatihan dan event organizer, STAR Training & Consulting.
Pesertanya meliputi bagian operasional OPD KB bidang keluarga sejahtera dengan jumlah total 65 orang. Isu yang diangkat adalah perlunya strategi atau konvergensi Pentahelix untuk mempercepat penurunan stunting.
Kerjasama semua sektor baik pemerintah maupun swasta sangat diperlukan untuk melaksanakan program Jabar Zero New Stunting.
Acara dibuka oleh ketua BCKBN perwakilan Jawa Barat, Dr. Vahidin, M.Kes. atau yang akrab disapa Kan Waheed, menyampaikan harapan agar strategi Pentahelix dapat diimplementasikan secara optimal dalam implementasi Jabar Zero New Stunting.
“Sinergi semua pihak harus ditingkatkan untuk mewujudkan Jabar Zero New Stunting,” ujarnya.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pemberian hadiah uang tunai kadeudeh untuk 3 kabupaten/kota (Kabupaten Sumedang, Bandung, Bogor) yang mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting pada Stunt Summit pada 13 Desember- 14, 2022)
Setelah itu, mereka diminta untuk berbagi praktik terbaik dengan seluruh peserta lainnya tentang cara mempercepat pengurangan stunting.
Tepat pukul 13.00, setelah istirahat, sholat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi motivasi oleh trainer STAR Training & Consulting, Agung Fatwa dan Wasmin Al-Risyad yang menyoroti perlunya peningkatan kinerja jajaran pegawai yang ditugaskan untuk mempercepat penurunan stunting.
Agung Fatwa (Motivator Hidup), yang juga telah menulis 4 buku tentang motivasi, membawakan materi berjudul
Tim pemenang yang mengajak seluruh jajaran pengelola program percepatan penurunan stunting untuk bekerja sama dan bersinergi secara efektif,
dengan minimal 6 faktor
Pembangun Kerja Tim
1. Kepemimpinan yang kuat
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.