• Kamis, 4 Juni 2026

Panglima TNI, Agus Subiyanto, Satgas Konga UNIFIL, pasukan perdamaian PBB, TNI, Lebanon, Mabes TNI

Photo Author
Stefanus Wicaksono, Indexindonesia.com
- Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:33 WIB
Satgas TNI akan bertugas di Lebanon Selatan di bawah bendera PBB. Jaga nama baik bangsa dan negara, (Stef)
Satgas TNI akan bertugas di Lebanon Selatan di bawah bendera PBB. Jaga nama baik bangsa dan negara, (Stef)

JAKARTA, Indexindonesia.com — Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga perdamaian dunia. Sebanyak puluhan prajurit terbaik TNI resmi diberangkatkan untuk bergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Upacara pemberangkatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL TA 2026 berlangsung khidmat di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. serta para pejabat Angkatan dan Mabes TNI.

Amanat Panglima TNI: Bawa Nama Baik Indonesia

Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah kehormatan besar yang diberikan oleh PBB kepada Indonesia. Kepercayaan ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

"Penugasan sebagai Pasukan Perdamaian PBB merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang membawa nama baik bangsa dan negara di forum internasional," ujar Jenderal Agus Subiyanto.

Ia meminta kepada seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga profesionalisme, disiplin, integritas, serta mematuhi ketentuan dan Standard Operating Procedures (SOP) yang berlaku selama pelaksanaan tugas di daerah misi.

"Di mana pun kalian bertugas, ingatlah bahwa kalian membawa bendera Merah Putih. Perilaku kalian akan mencerminkan bangsa Indonesia. Jadilah duta yang baik," tegasnya.

Tugas Pokok: Menjaga Stabilitas dan Bantuan Kemanusiaan

Satgas TNI Konga UNIFIL TA 2026 akan menjalankan mandat PBB berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB. Tugas pokok mereka antara lain:

1. Menjaga stabilitas keamanan di wilayah operasi.
2. Memantau penghentian permusuhan antara pihak-pihak yang bertikai.
3. Membantu menciptakan situasi kondusif di wilayah Lebanon Selatan.
4. Memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat sipil yang terdampak konflik.

Selain itu, Panglima TNI juga berpesan agar para prajurit aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. "Seperti pelayanan kesehatan dan bantuan pendidikan sebagai bagian dari implementasi misi perdamaian dunia," tambahnya.

Membangun Jembatan Persaudaraan

Salah satu kunci keberhasilan misi perdamaian adalah kemampuan pasukan untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat. Panglima TNI menekankan pentingnya aspek ini.

"Bangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat setempat maupun unsur pasukan dari negara lain. Hormati budaya dan adat istiadat mereka. Tunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan cinta damai," pesannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Wicaksono

Sumber: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X