• Kamis, 4 Juni 2026

Masih Proses Penyelidikan, Muncul Isu Terorisme dalam Insiden Ledakan di

Photo Author
Administrator, Indexindonesia.com
- Jumat, 7 November 2025 | 20:57 WIB

JAKARTA - Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus meminta masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian terkait insiden ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang, 7 November 2025.

Terlebih ketika kini bergulir isu adanya tindakan terorisme di balik ledakan yang terjadi di waktu salat Jumat itu.

Isu terorisme muncul ketika dikabarkan ada dua senjata api laras panjang dan pistol jenis revolver dengan tulisan, ‘Welcome To Hell’ dan bahan peledak.

Lodewijk soal Kabar Penemuan Senjata dan Bahan Peledak

Wamenko Polkam menyatakan bahwa senjata yang ditemukan adalah senjata mainan dan tim forensik sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Itu senjata mainan, bukan senjata beneran. Setelah kami cek itu senjata mainan,” ujar Lodewijk kepada awak media di SMAN 72 Jakarta pada Jumat, 7 November 2025.

“Tentang ledakan, tim forensik masih kerja. Apa ledakan atau apa gitu. Jadi masih diselidiki. Kalau bom molotov pasti udah kebakar itu, namanya karpet,” imbuhnya.

Minta Tak Dikaitkan dengan Terorisme

Merespons dugaan terorisme, Lodewijk meminta untuk tak buru-buru menyimpulkan pada hal tersebut.

“Jangan terlalu, namanya masih diselidiki. Jangan jumping conclusion bahwa ini aksi teroris, belum. Kita belum sampai ke sana,” tegasnya.

Ia juga meminta untuk memberi waktu pada pihak berwajib untuk menuntaskan penyelidikan.

“Biarkan aparat kerja dulu, pada gilirannya temuannya akan disampaikan. Kita tunggu aja,” tambahnya.

Kapolda Metro Jaya soal Motif Terorisme: Tunggu Penyelidikan

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri juga menyatakan untuk menunggu hasil penyelidikan dari aparat mengenai ledakan, termasuk jawaban atas isu terorisme.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini

X