• Kamis, 4 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila 2026: Prabowo Tegaskan Pancasila sebagai Pegangan Kokoh Indonesia di Tengah Dunia Penuh Konflik, Transformasi Ekonomi Jadi Bukti

Photo Author
Stefanus Wicaksono, Indexindonesia.com
- Senin, 1 Juni 2026 | 18:29 WIB
1 Juni 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Pegangan Indonesia di Tengah Dunia yang Terpecah. (Indexindonesia.com)
1 Juni 2026: Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Pegangan Indonesia di Tengah Dunia yang Terpecah. (Indexindonesia.com)

JAKARTA, indexindonesia.com – Di tengah hiruk-pikuk konflik global yang semakin memanas, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tegas menyatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki perisai dan kompas sekaligus: Pancasila.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato utamanya saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) . Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh para menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, duta besar negara sahabat, serta berbagai elemen masyarakat.

Pancasila di Tengah Geopolitik yang Memanas

Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menggambarkan kondisi dunia saat ini yang penuh dengan ketidakpastian.

"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila," ujar Prabowo dengan suara tegas.

Indexindonesia.com mencatat bahwa pernyataan ini sangat relevan dengan situasi global terkini. Konflik berkepanjangan di Eropa Timur, ketegangan di kawasan Asia Pasifik, serta perang dagang antara negara adidaya telah menciptakan lingkungan internasional yang sangat tidak bersahabat, terutama bagi negara berkembang. Di tengah tekanan untuk take sides atau memilih blok, Indonesia hadir dengan ideologi yang merangkul semua: Pancasila.

(Stef)

Pancasila: Bukan Sekadar Warisan Sejarah

Prabowo menekankan bahwa Pancasila bukanlah artefak sejarah yang hanya layak dipajang dalam museum atau diucapkan sebagai hafalan upacara.

"Pancasila bukan sekadar dokumen sejarah. Pancasila juga tidak boleh sekadar slogan yang kita ucapkan dalam setiap upacara," tegasnya.

Menurut Presiden, nilai-nilai luhur Pancasila—yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial—lahir dari rahim sejarah panjang bangsa Indonesia. Pancasila adalah hasil kontemplasi para pendiri bangsa (the founding fathers) yang menyaring berbagai nilai dari adat istiadat, agama, dan pemikiran universal untuk menyatukan ratusan suku bangsa yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau.

"Berkat Pancasila, ratusan suku bangsa yang tersebar di ribuan pulau berhasil dipersatukan dalam satu tujuan dan cita-cita kebangsaan. Persatuan tersebut menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan global," lanjutnya.

Transformasi Ekonomi Berbasis Pancasila

Yang menarik dari pidato Presiden Prabowo kali ini adalah bagaimana beliau menghubungkan secara konkret Pancasila dengan program-program pembangunan ekonominya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Wicaksono

Sumber: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X