[عن أبي ذر الغفاري:] ثَلاثَةٌ لا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَومَ القِيامَةِ: المَنّانُ الذي لا يُعْطِي شيئًا إلَّا مَنَّهُ، والْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بالحَلِفِ الفاجِرِ، والْمُسْبِلُ إزارَهُ. وفي رواية: ثَلاثَةٌ لا mencari
dari Abu Dzar dari Nabi ﷺ, dia berkata: “Ada tiga orang yang tidak akan diundang Allah untuk berbicara dengan mereka di hari kiamat: Orang yang suka memberi, mereka tidak memberi, kecuali dengan menyebutkannya (karena riya ’), baik orang yang menjual barangnya dengan sumpah palsu, maupun orang yang membuat isbal (memanjangkan) pakaian. Dalam hadits lain: “Ada tiga orang yang tidak diajak bicara oleh Allah, tidak dipandang dan tidak disucikan.
Dan mereka tersiksa." (Diriwayatkan oleh Muslim 106)
[عن عبدالله بن عمر:] . Puisi
Dari Abdullah ibn Umar, damai dan berkah Allah besertanya, mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa merentangkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat." Lalu Abu Bakar berkata: “Bahkan salah satu bajuku mencuat jika aku tidak memegangnya (jangan diangkat).” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya kamu tidak mau sombong.” (HR Bukhari 3665)
3. Pakaian yang paling baik adalah pakaian yang suci, yang dipakai sesuai dengan tujuannya untuk melindungi diri dari panas, dingin dan untuk menutupi aurat.
Maksud meminta pakaian yang baik dalam shalat adalah kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta'ala agar pakaian yang kita kenakan dapat menjadi sarana yang membantu kita dalam beribadah dan taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Sebaliknya, pakaian yang paling buruk adalah pakaian yang najis dan najis. Ini termasuk pakaian, yang merupakan dalih untuk melakukan kemaksiatan, aib, kesombongan.
Tautan:
- Itaf al-Muslim bi-siarch Hisn al-Muslim min Adhkar al-Kitab wa as-Sunna Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahtani