“Nabi ﷺ selalu dan setiap saat berzikir kepada Allah.”
2. Kita harus berserah diri kepada Allah subhanahu wa taala Tuhan dunia pada waktu tidur. Bahwa semuanya ada dalam kekuasaan Tuhan. Hidup, mati dan urusan kita yang lain. Oleh karena itu, tuntunan doa sebelum tidur yang diajarkan Nabi berbunyi:
باسمك أموت وأحيا
"Dalam namamu aku mati dan aku hidup."
3. Tidur adalah bentuk anugrah dan cinta Tuhan. subhanahu wa taala terhadap kreasi mereka. Tuhan subhanahu wa taala dikatakan,
رَّحْمَتِهٖ جshock
“Dengan karunia-Nya Dia menjadikan untukmu siang dan malam, agar kamu beristirahat di malam hari, agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (siang hari), dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” [QS. Al-Qasas: 73]
Di tengah anugerah Tuhan subhanahu wa taala yang karenanya kita harus bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala tidak membuat malam terus menerus atau siang terus menerus, tetapi malam dan siang dibuat berputar atau silih berganti. Kedua waktu tersebut memiliki andilnya masing-masing untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. malam dewa subhanahu wa taala Rancanglah sebagai waktu untuk mengistirahatkan tubuh, sedangkan sore hari dikhususkan untuk aktivitas dan rizki. Apa yang terjadi jika malam atau siang terus berlanjut? pasti kebaikan kemanusiaan akan dilanggar.
4. Syeikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah, menjelaskan hadits ini, disebutkan bahwa ada hikmah yang besar dalam mimpi. Yang mana Allah jadikan tidur sebagai waktu istirahat tubuh dari aktivitas yang telah dilakukan dan sebagai penyegaran tubuh sebelum beraktivitas keesokan harinya.
Keadaan terbangun dari tidur juga harus mengingatkan kita akan adanya kehidupan lain, yaitu kehidupan ketika kita dibangkitkan dari kubur di hadapan Allah. subhanahu wa taala. Kesadaran ini diharapkan dapat memperkuat iman kita pada hari kebangkitan.
Iman pada hari kiamat merupakan hal yang penting. Karena orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari kiamat, yaitu hari dimana semua manusia akan dibangkitkan dan menjawab amal perbuatannya selama di dunia, maka mereka tidak akan memperdulikan amal kebaikan dan akan menjalani kehidupannya. di dunia ini secara tidak sengaja.
Oleh karena itu, kita banyak menemukan ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang di dalamnya perintah beriman kepada Allah berjalan beriringan dengan beriman kepada Hari Akhir.
5. Kebutuhan manusia akan tidur merupakan sisi dari ketidaksempurnaan manusia. Dan ini menjadi argumentasi bahwa hanya Allah lah Dzat Yang Maha Sempurna dan satu-satunya yang berhak disembah, karena Allah. subhanahu wa taala memiliki sifat haiyun (kehidupan yang lebih tinggi) dan kayyum (diri yang lebih tinggi).
6. Tidur seperti mati karena sama-sama berhenti bergerak dan kehilangan kemampuan tamyiz (kemampuan membedakan sesuatu). Oleh karena itu, ia kehilangan kekuatannya karena belas kasihan orang yang tertidur.
Dari Ali, damai dan berkah Allah besertanya, Rasulullah ﷺ berkata: