nasional

Pro Kontra Usulan KUR 2023 Tanpa Bunga Usaha Mikro

Rabu, 15 Maret 2023 | 15:28 WIB

KUR suku bunga 0% memiliki risiko yang tinggi


Herry berpendapat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait skema KUR tanpa bunga ini.


Karena proposal ini dianggap berisiko sangat tinggi dan berpotensi mengakibatkan kerusakan moral. Dalam ekonomi kerusakan moral itu adalah risiko bahwa salah satu pihak akan mengadakan kontrak dengan itikad buruk.


Herry menjelaskan, ada beberapa risiko yang bisa terjadi.


“Awalnya, pinjaman bisa dilihat sebagai hibah, tapi akhirnya ambruk. Kedua, bank nantinya dapat "mengalihkan" pinjaman yang jatuh tempo menjadi pinjaman khusus sehingga cadangannya lebih kecil dan efisiensi pinjaman lebih hijau, dan ketiga.


Kredit bisa disalurkan ke usaha mikro atau kecil yang didukung oleh usaha besar yang masuk dalam supply chain perusahaan, yang ujung-ujungnya tidak merata,” kata Herry saat rapat 3 Maret 2023 dengan Infobanknews.


Dia menilai, sebenarnya ada program serupa dengan skema CSD bebas bunga yang dijalankan BUMN. Misalnya PKBL (Program Kemitraan Bina Lingkungan).


Dari segi efektivitas, program ini memanfaatkan potensi usaha mikro.


Herry yang mengusulkan untuk mengevaluasi program ini. Karena penawarannya sama yaitu pinjaman 0%, maka ketika disalurkan melalui BUMN, hanya berbeda. Sedangkan KUR melalui perbankan.


Baca Juga: KUR BRI 2023 Tolak 5 Bisnis Ini! Apa pun?


Micro CUR tanpa bunga tidak mudah


Selain Herri Gunawan, pengamat BUMN dari Universitas Indonesia Toto Pranoto juga memberikan jawaban terkait 0% saham KUR ini.


Menurutnya, pinjaman 0% untuk usaha mikro bukanlah pekerjaan mudah. Mengingat Bank BRI dan Mandiri yang keuntungan banknya Rp 47,83 triliun dan Rp 31,88 triliun mendapatkan pendapatan bunga.


“Dari pendapatan bunga NIM (Marjin bunga bersih) 7,4% (Bank BRI), serta NIM Bank Mandiri sekitar 5%. Margin bunga bersih adalah metrik yang mengukur perbedaan pinjaman DAN suku bungaberarti NIM lebih tinggi nilai uang debitur juga semakin mahal,” jelasnya kepada Infobanknews.


Toto juga menjelaskan, sebagai bank terbesar di Asia Tenggara, DBS Singapura bisa menurunkan net interest margin menjadi 2,1% pada 2022.


“Karena portofolio beberapa bank besar bergantung pada pendapatan bunga yang tinggi, persyaratan Menteri BUMN hanya bisa efektif jika bersifat wajib. Artinya, ada himbauan pemerintah agar perbankan menerapkan kredit 0% untuk sektor mikro. Banding saja, menurut saya, tidak akan efektif,” imbuhnya.


penutup


Suatu kebijakan atau usulan kebijakan harus mendapat respon yang berbeda dari pihak yang berbeda. Hal ini tentu merupakan respon yang wajar, dan dapat mendorong kreatifitas kita sebagai masyarakat untuk berpikir dan merespon secara lebih cerdas.

Halaman:

Tags

Terkini