Promosi UKM di sektor pertanian tampaknya semakin terlihat. Menyusul digitalisasi KUR oleh KB Bukopin dan PT INTI, Kementerian Pertanian kini juga melatih petani untuk memanfaatkan Smart Farming dan KUR.
Setelah banyak usulan dari berbagai pihak, akhirnya Kementerian Pertanian (Kementan) mengusulkan kepada petani untuk mengelola daur ulang sekaligus smart farming.
Hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan pertanian yang dapat menghasilkan produk pertanian dengan nilai jual yang tinggi.
Dan ini merupakan salah satu strategi yang diterapkan Kementerian Pertanian: Penguatan kapasitas tenaga pertanian melalui program Layanan Dukungan Kewirausahaan Muda (YA).
Apa itu program YESS dan bagaimana pelatihan smart farming dan KUR diselenggarakan? Yuk, simak selengkapnya sebelum selesai!
CSD sektor pertanian
Sektor pertanian memang menjadi sektor penting yang menopang industri dan perputaran ekonomi di Indonesia hingga saat ini.
Hal ini mempengaruhi tidak hanya kepuasan konsumsi, tetapi juga sektor pertanian, serta kesehatan dan lapangan kerja.
Hingga 19 Agustus 2022, diketahui hingga Rp 79,3 triliun dari target Rp 90 triliun telah dikucurkan untuk anggaran KUR pertanian.
Dengan demikian, tahun ini alokasi KUR untuk sektor pertanian tahun 2023 dikabarkan mencapai Rp 100 triliun.
Porsi kredit bermasalah di sektor ini juga relatif rendah selama periode CSD. Artinya, sampai saat ini petani Indonesia sudah mampu mengelola produktivitas pertaniannya.
Baca juga: 100 Triliun Rupiah Alokasikan KUR Pertanian 2023! Siap mendaftar?
Milenial Menjadi Progresif Pertanian
Menteri Pertanian Syahrul Yassin Limpo menjelaskan, kemajuan pertanian sebenarnya didukung oleh generasi milenial.
Hal ini dikarenakan generasi milenial memiliki keinginan yang sangat kuat untuk berinovasi.
Misalnya dalam penerapan cara-cara baru dalam mengelola pertanian guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.