nasional

Petani Dilatih Manfaatkan Smart Farming dan KUR

Kamis, 16 Maret 2023 | 16:35 WIB

Dalam program pelatihan agribisnis Tanam Cerdas dan KUR, Mentan Syahrul mengatakan, “Generasi Z juga harus mengikuti perkembangan zaman, harus berani menjadi petani modern atau menciptakan start-up pertanian.”


Program Pelatihan Smart Farming dan KUR Agribisnis untuk Petani Milenial. Program dilaksanakan di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.


Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Perbanyakan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (BPSDMP) juga angkat bicara mengenai kerjasama antara smart farming dan KUR.


Dimana modal KUR akan memacu produktifitas petani. Sementara itu, teknologi smart farming juga akan mendukung nantinya. keberlanjutan sektor agrikultur.


“Dalam membangun agribisnis, selain mengandalkan inovasi teknologi era 4.0 dan smart farming, kita juga harus memiliki KUR sebagai modal untuk menggerakkan roda pembangunan agribisnis kita,” kata Dedi.


Baca Juga: KUR BRI 2023 Tolak 5 Bisnis Ini! Apa pun?


Pengembangan pertanian cerdas


Smart farming adalah sistem pertanian berbasis teknologi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan demikian, efisiensi biaya dan waktu produksi juga dapat meningkat.


Pengembangan smart farming bagi petani milenial akan dilakukan melalui kegiatan pendampingan pasca belajar.


Ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa peserta didik menggunakan teknologi untuk mencapai tujuan utama. Yakni, mewujudkan usaha agribisnis modern yang produktif berbasis smart farming.


Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Idha Vidi Arsanti menuturkan detail pelatihan ini.


Pertanian Cerdas Agribisnis dan KUR Batch 1 melibatkan 45 peserta dari empat provinsi YESS di Indonesia. Pelatihan ini akan berlangsung selama 8 hari yaitu 11-18 Maret 2023.


“Ajang pelatihan agribisnis smart farming ini merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan milenial dengan mendorong dan mengembangkan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu hingga hilir,” kata Idha Vidi.


Idha Vidi juga menjelaskan bahwa selama pelatihan, peserta mendapatkan materi pembelajaran dari fasilitator dari vidyaisvara, cendikiawan dan praktisi. Diharapkan peserta mampu meningkatkan kapasitas sekaligus menerapkan smart farming dengan akses pendanaan dari KUR.


penutup


Sebagai negara agraris, sektor pertanian harus lebih diperhatikan. Terutama dalam hal teknologi dan prasyarat yang diperlukan.


Kami berharap program-program yang sedang dilakukan dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini