nasional

Jembatan Cirahong, Jembatang dengan Arsitektur Unik yang Sarat Mistis di Ciamis

Jumat, 17 Maret 2023 | 16:03 WIB

[ad_1]



Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 24 jam, Alamat: Pavindan, Kek. Siamis, Cub. Siamis, Jawa Barat; Map: Pemeriksaan lokasi

Mengunjungi tempat wisata bukan lagi menjadi kebutuhan tambahan, bahkan bagi sebagian orang sudah dianggap wajib. Namun sayangnya cukup mahal jika Anda merencanakan liburan. Hal ini tidak berlaku jika anda berkunjung ke Jembatan Sirahong Siamis, dimana anda bisa datang kapan saja tanpa dibatasi waktu, siang maupun malam.


Sesuai dengan namanya, kali ini bukan objek wisata, melainkan jembatan yang berfungsi sebagai penyeberangan. Namun karena desain bangunannya yang unik, tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Alasan lainnya adalah pemandangan alam di bawah yang benar-benar menakjubkan, hijau sejauh mata memandang.


Jembatan ini dibangun pada masa jajahan Belanda melalui perusahaan kereta api saat itu. Tujuan awalnya tidak lebih dari saluran distribusi menjadi lebih cepat. Fungsi lainnya adalah pos jaga yang cukup ketat pada masa penjajahan. Meski sudah tua, kondisinya masih sangat bagus dan masih berfungsi hingga saat ini.



Daya Tarik Jembatan Sirahong


-
Kredit Gambar: Konser Google Maps

Jembatan Sirahong merupakan satu-satunya jembatan yang menghubungkan dua wilayah di Jawa Barat, yakni Tasikmalaya dan Siamis. Banyak warga menggunakannya sebagai cara alternatif untuk menghemat waktu. Banyak juga pengunjung yang sengaja datang hanya untuk bersantai karena sedikitnya atraksi yang mereka miliki.


1. Arsitektur Unik Jembatan Sirahong


Dari sekian banyak jembatan yang terdapat di Indonesia, hanya sedikit yang memiliki arsitektur unik. Jembatan yang kita bahas kali ini tergolong unik karena arsitekturnya terbuat dari besi padat. Penggunaan besi jenis ini bukan tanpa alasan, karena pada masa itu dianggap lebih awet dibanding desain lainnya.


Bagi yang belum tahu, continuous hardware adalah jenis arsitektur yang tidak memiliki koneksi sama sekali. Artinya, besi dipadu dari satu ujung jembatan ke ujung lainnya. Dengan panjang sekitar 200 meter, tidak ada belokan yang artinya lurus. Sedangkan untuk tingginya diperkirakan mencapai 66 meter.


2. Memiliki dua fungsi yang berbeda


Daya tarik Jembatan Sirahong terletak pada fungsinya, dan jembatan ini memiliki dua fungsi sekaligus. Dengan dinding yang terbuat dari jenis besi tersebut di atas, bagian bawah jembatan ini diperkuat dengan balok kayu yang cukup besar. Kendaraan yang melewati jembatan ini mengeluarkan suara yang sedikit mengintimidasi, tapi dijamin kencang.


Fungsi pertama, sebagai jembatan pada umumnya digunakan sebagai tempat penyeberangan kendaraan bermotor. Jembatan sepanjang 200 meter ini melintasi sungai di bawahnya, yakni Sungai Chitandui. Fungsi kedua yaitu track atau rel kereta api yang saat ini masih digunakan dan dalam kondisi sangat baik.



Itu sebabnya, sebelumnya disebutkan bahwa Jembatan Sirahong menggunakan baja padat sebagai struktur utamanya. Berkat material tersebut, kereta api dan kendaraan bermotor yang melintas pada saat bersamaan masih dapat ditopang dengan aman. Namun sayangnya, lebar bagian bawahnya hanya 3 meter, sehingga tidak bisa digunakan untuk lintas dua kendaraan secara bersamaan.


3. Banyak cerita mistis yang terjadi


Sepintas, jembatan ini hanyalah sarana penyeberangan. Namun kenyataannya tidak demikian, karena menurut warga sekitar banyak terjadi hal-hal mistis. Tidak terlalu mengherankan tentunya jika kita menilik sejarah pembangunan jembatan ini.


Awalnya, pemerintah Hindia Belanda kesulitan membangun Jembatan Sirahong. Selama proses konstruksi, Sungai Chitandui seringkali tiba-tiba meluap sehingga menyebabkan terhentinya proses konstruksi. Hal ini terjadi berkali-kali hingga akhirnya pemerintah Belanda berkonsultasi dengan paranormal.


Ternyata bukan tanpa alasan air sungai meluap pada saat itu, hal ini terjadi karena penjaga sungai khawatir dan tidak menerima pembangunan jembatan yang dimaksud. Hingga akhirnya fenomena paranormal itu sepakat dan mencapai kesepakatan. Namun ada syaratnya tentunya penjaga jembatan yang merupakan sepasang setan ular meminta tumbal untuk pengantin baru tersebut.


Belanda tidak terlalu memikirkan tuntutan ini hingga pembangunan Jembatan Sirahong berhasil. Menurut cerita, Belanda berhasil menemukan korban yang diinginkan penduduk Sungai Chitandui. Itu sebabnya jembatan ini berhasil dibangun dan masih berfungsi dengan baik.


Meskipun kebenaran cerita ini masih dipertanyakan, satu hal yang jelas: banyak penduduk setempat yang mempercayainya. Selain itu aura mistis di jembatan ini sangat kental terutama di malam hari. Bunyi ban mobil yang membentur tiang jembatan juga cukup menakutkan bagi yang baru pertama kali melintasinya.

Halaman:

Tags

Terkini