nasional

DJKA Lakukan Investigasi Menyeluruh atas Insiden KA Argo Bromo Anggrek di Subang

Minggu, 3 Agustus 2025 | 16:50 WIB


SIARAN PERS
Nomor: 11/SP/08/DJKA/2025





Jakarta, 1 Agustus 2025, Indexindonesia.com
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, menyampaikan keprihatinan dan empati yang mendalam atas insiden anjloknya rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025 pukul 15.47 WIB di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat.





Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, saat melakukan pengecekan di lokasi insiden menyampaikan bahwa DJKA telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta otoritas terkait lainnya guna memastikan bahwa penanganan insiden dilakukan dengan cepat dan tepat.





-




“Sore ini kami menerima laporan bahwa KA Argo Bromo Anggrek dengan relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir mengalami gangguan yang mengakibatkan lima kereta dari rangkaian KA Argo Bromo Anggrek anjlok di emplasemen jalur sekitar Stasiun Pegaden Baru, Subang. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim lapangan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung telah berkoordinasi langsung dengan PT KAI Daop 3 Cirebon guna mendukung proses evakuasi penumpang dan pemulihan jalur,” ujar Allan.





Untuk mendukung kelancaran penanganan di lokasi, kereta penolong dari Stasiun Cirebon serta beberapa unit bus telah disiapkan guna memfasilitasi mobilisasi penumpang terdampak. DJKA juga telah mengerahkan unit crane dari Depo 2 Bandung serta menyediakan bantalan khusus untuk pengangkatan sarana kereta yang terdampak langsung di rel serta mempercepat proses normalisasi jalur dan perbaikan teknis yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 8–10 jam.





DJKA memastikan bahwa proses investigasi awal terkait penyebab teknis kejadian telah dimulai, dan akan dilanjutkan dengan investigasi menyeluruh yang melibatkan PT KAI, KNKT, serta pihak-pihak terkait lainnya.





-




“Kami akan melakukan investigasi secara komprehensif dan hasilnya akan menjadi dasar untuk evaluasi serta tindakan korektif guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari,” tambah Allan.


Halaman:

Terkini