Gus Fahrur menekankan bahwa normalisasi dalam bentuk apa pun, termasuk olahraga, tidak dapat diterima selama agresi dan pendudukan Israel atas tanah Palestina masih berlangsung.
"Solidaritas kita tidak bisa setengah-setengah. Selama rakyat Palestina masih dijajah dan hak-haknya diinjak, maka kita harus berdiri di pihak mereka, bukan malah memberi kesan normal kepada sang penjajah," tegasnya.Posisi Strategis PBNU dan DampaknyaSebagai organisasi masyarakat Islam terbesar di dunia, pernyataan sikap PBNU ini memiliki bobot politik dan moral yang signifikan.
Pernyataan ini tidak hanya mewakili suara umat Islam Indonesia, tetapi juga mengingatkan pemerintah pada komitmen konstitusional dan sejarah perjuangan bangsa.Gus Fahrur menutup dengan penegasan bahwa PBNU akan tetap berada di barisan terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. "Dari dulu sampai sekarang, sikap kita jelas dan konsisten: menolak penjajahan, menolak penindasan, dan menolak segala bentuk normalisasi dengan pihak yang melakukan kedua hal tersebut.
Ini adalah prinsip yang tidak bisa ditawar," pungkasnya.Pernyataan ini diperkirakan akan menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah Indonesia dalam menyikapi isu keikutsertaan atlet Israel dalam event olahraga internasional di tanah air, menimbang antara tekanan internasional dan prinsip fundamental bangsa yang dipegang teguh oleh elemen-elemen masyarakat seperti PBNU. Langsung dan Tegas.