nasional

Motor Mogok, Aktivitas Terhambat: Keresahan Warga Surabaya Gara-Gara Pertalite Diduga Oplosan

Jumat, 7 November 2025 | 09:06 WIB

SURABAYA - Waspada warga Surabaya dan wilayah sekitarnya tengah dihebohkan oleh laporan beruntun dari masyarakat terkait kerusakan sepeda motor setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina. Fenomena ini bukan hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga mengganggu aktivitas harian warga, termasuk pekerjaan dan mobilitas.

Testimoni Warga: Motor Brebet dan Mogok

Seorang warga Surabaya, Subakmini (64) bercerita bahwa motornya mengalami kerusakan setelah dirinya mengisi bahan bakar pertalite di pom bensin Pertamina.

"Tadinya saya heran kenapa kok motor saya tiba-tiba brebet (rusak) padahal sebelumnya tidak ada masalah. Ternyata setelah dibawa kebengkel saya baru tahu kalau banyak orang juga mengalami hal yang sama akibat isi pertalite di SPBU Pertamina yang sama. Sayangnya saya tidak mengambil struk pembelian bensinnya, kedepan saya kapok isi bensin pertalite di SPBU Pertamina," kesalnya kepada jurnalis pada Kamis (6/1/2025).

Yani (38) mengaku motornya mengalami gejala “brebet” dan penurunan performa setelah mengisi Pertalite di SPBU kawasan Tropodo, Sidoarjo. 

“Sudah beberapa hari ini tarikan gasnya tidak enak. Sudah servis dan ganti busi, tapi tetap brebet,” ujarnya. 

Ia pun memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Pertalite untuk kendaraan pribadinya demi menghindari kerusakan lebih parah.

Hal serupa dialami oleh Anwar (33), warga Sidoarjo. Motornya mogok tiga kali setelah mengisi Pertalite di SPBU dekat rumahnya. Meski kini motornya kembali menyala, akselerasi tetap terasa berat. “Saya sempat tidak masuk kerja karena motor saya tiba-tiba mogok saat perjalanan ke kantor. Lumayan kena biasa servicenya. Sudah lapor ke Pertamina terkait, tapi belum ada tindak lanjut,” katanya.

Serta banyak lagi testimoni warga yang mengalami hal yang sama.

Azizah(31) sampai saat ini kendaraannya belum bisa digunakan karena mogok dan belum ada biaya untuk service karena kendaraannya berjenis NMax yang harga service cukup menguras isi kantong.

"Motor saya NMax ini masih menunggu anggaran service dulu. Karena penghasilan sedang pas-pasan jadi saya pakai sepeda listrik dulu kalau ada kebutuhan antar jemput anak sekolah dan belanja," ungkapnya.

Akbar (36) pegawai Dishub penjaga palang kereta di Margorejo juga mengalami kerusakan motor akibat mengisi pertalite di kawasan Kenjeran dekat rumahnya.

"Saya hampir terlambat karena mengalami kendaraan brebet di jalan saat berangkat kerja malam hari. Beruntung masih bisa sampai pos jaga. Setelah itu, saya bawa ke bengkel katanya rusak pada sistem pembakaran akibat bahan bakar yang terkontaminasi," katanya.

Kerusakan Serius: Filter Bensin dan Mesin Terdampak

Halaman:

Terkini