nasional

Motor Mogok, Aktivitas Terhambat: Keresahan Warga Surabaya Gara-Gara Pertalite Diduga Oplosan

Jumat, 7 November 2025 | 09:06 WIB

Sejumlah mekanik bengkel di Surabaya melaporkan peningkatan jumlah kendaraan yang masuk dengan keluhan serupa. Salah satu mekanik menyebut bahwa kerusakan paling umum terjadi pada filter bensin dan sistem pembakaran, yang diduga akibat kontaminasi bahan bakar. Bahkan, ada warga yang harus mengeluarkan biaya service kendaraan hingga Rp700.000 untuk perbaikan filter dan mesin akibat bensin yang diduga tercampur air atau zat lain.

Respons Pemerintah dan Pertamina

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (Cak Eri), turun langsung menanggapi keluhan para pengemudi ojek online yang motornya mogok usai mengisi Pertalite. Ia meminta Pertamina untuk mengganti kerugian biaya servis jika terbukti bahan bakar menjadi penyebab kerusakan. “Pertamina tolong diperhatikan ya, wong Pertamina sugeh kok,” tegasnya.

Hal tersebut juga disidak langsung oleh Wakil Walikota Surabaya Armuji yang mengatakan bahwa Pertamina harus bertanggung jawab jika memang itu disebabkan karena produknya yang terkontaminasi.

"Saya sudah melihat sudah turun langsung ke sejumlah SPBU Pertamina untuk mengingatkan dengan tegas bahwa kalau memang produk Pertamina terutama pertalite menyebabkan kerusakan motor masyarakat dan pekerja ojek online mereka harus mengganti rugi biaya service kendaraannya," tegasnya.

Pertamina Patra Niaga sendiri telah membuka

17 posko pengaduan di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Sidoarjo, untuk menampung laporan masyarakat. Mereka juga melakukan investigasi lanjutan dan uji laboratorium terhadap kualitas BBM di SPBU yang dilaporkan bermasalah.

Kesimpulan dan Imbauan

Fenomena Pertalite oplosan ini telah menimbulkan keresahan luas di masyarakat. Meski pihak Pertamina menyatakan bahwa BBM mereka aman dan sesuai standar, fakta di lapangan menunjukkan banyak kendaraan mengalami kerusakan setelah pengisian. Masyarakat diimbau untuk:

- Menyimpan bukti pembelian BBM sebagai dokumentasi jika terjadi kerusakan.

- Melaporkan keluhan ke posko resmi atau Pertamina Call Center 135.

- Melakukan servis berkala dan pemeriksaan filter bensin serta sistem injeksi jika mengalami gejala brebet.

(Red*/Ims)

Halaman:

Terkini