nasional

Warga Tulungrejo Batu Bergembira, Jembatan Rapuh Kini Jadi Merah Putih yang Kokoh

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:42 WIB
Deg-degan lewat jembatan? Kini warga Tulungrejo senyum lebar, Polisi aduk semen, warga bawa makanan: gotong royong modern banget! (Made)

Kota Batu , Indexindonesia.com Rasanya baru kemarin warga Dusun Gerdu, Desa Tulungrejo, Bumiaji, selalu deg-degan setiap kali melintasi jembatan di kampungnya. Setiap kali truk hasil bumi lewat, mereka berdoa semoga jembatan tidak ambruk. Tapi hari ini, Sabtu (23/5/2026), semua ketakutan itu sirna.

Polres Batu bersama Pemerintah Desa Tulungrejo dan warga setempat resmi meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi. Jembatan yang dulu tua, rapuh, dan catnya mengelupas itu kini berdiri gagah dengan warna merah putih yang menyala.

"Dulu Saya Nangis Takut, Sekarang Saya Senang"

Ibu Tuminah (58), seorang penjual gorengan yang rumahnya tepat di ujung jembatan, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Dulu setiap malam saya mimpi buruk jembatan roboh. Apalagi kalau hujan deras, air sungai naik. Saya sampai nangis," kenangnya sambil mengusap mata.

Tapi sekarang, Tuminah justru paling gencar mempromosikan jembatan baru itu ke tetangganya. "Lihat, sudah kokoh! Catnya bagus, pagarnya kuat. Anak-anak sekolah sekarang lewat sini dengan senang. Terima kasih Polres Batu!" ujarnya antusias.

Jembatan yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 2 meter ini adalah satu-satunya akses utama warga Dusun Gerdu menuju ke kantor desa, sekolah dasar, dan lahan pertanian. Tanpa jembatan ini, warga harus memutar hingga 2 kilometer melalui jalur lain yang berlumpur saat musim hujan.

Polisi Bukan Sekadar Jaga Keamanan, Tapi Juga Bangun Infrastruktur

Kapolres Batu, AKBP Dr. Aris Purwanto, hadir langsung dalam peresmian. Dengan pakaian dinas lengkap, ia memotong pita dan mengajak warga berjalan kaki melintasi jembatan untuk pertama kalinya.

"Alhamdulillah, renovasi jembatan ini dapat diselesaikan untuk mendukung mobilitas warga dan anak-anak sekolah," kata AKBP Aris disambut takbir warga.

Ia menjelaskan bahwa proyek ini adalah program nasional dari Polri yang disebut Jembatan Merah Putih Presisi. Tujuannya sederhana: menjawab keluhan masyarakat di akar rumput.

"Kami berharap mobilitas warga untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil bumi menjadi lebih mudah. Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga penghubung ekonomi dan sosial masyarakat," tambahnya.

Yang membuat warga semakin kagum, AKBP Aris dan jajarannya tidak hanya memerintah dari belakang meja. Beberapa hari sebelum peresmian, ia memimpin langsung aksi gotong royong. Bareng personel Brimob, Sabhara, dan warga, ia mengangkat besi, mengaduk semen, dan mengecat pagar jembatan.

Kepala Desa Menangis Haru

Bapak Pk. Suliono, Kepala Desa Tulungrejo, dalam sambutannya beberapa kali menyeka air mata. Baginya, jembatan ini adalah mimpi yang selama 10 tahun tak kunjung terwujud karena keterbatasan anggaran desa.

Halaman:

Tags

Terkini