"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Batu yang telah bergotong-royong bersama masyarakat sehingga jembatan yang sebelumnya rusak kini kembali baik dan layak digunakan," ujar Suliono dengan suara bergetar.
Ia juga berharap dengan adanya jembatan ini, perekonomian warganya yang mayoritas petani sayur dan buah akan meningkat. "Sekarang truk-truk sayur dari Dusun Gerdu bisa langsung tembus ke pasar Bumiaji tanpa muter lagi. Biaya transportasi turun, keuntungan petani naik."
Jangan Lupa: Call Center 110!
Usai meresmikan jembatan, Kapolres Aris memberikan satu pesan penting lagi. Ia mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan pengaduan dan bantuan polisi melalui nomor 110.
"Silahkan dimanfaatkan call center Polri 110 apabila seluruh warga membutuhkan bantuan Polisi karena kami akan selalu siap 24 jam untuk melayani bapak ibu semua," tutup AKBP Aris.
Pesan ini disambut antusias warga. Banyak dari mereka yang baru tahu bahwa polisi memiliki layanan darurat gratis yang bisa diakses kapan saja.
Warga: "Sekarang Kita Punya Jembatan dan Polisi yang Peduli"
Peresmian yang berlangsung sederhana itu juga dihadiri oleh Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo, Kapolsek Bumiaji AKP Anton, serta perwakilan dari Kecamatan Bumiaji.
Di akhir acara, warga dan polisi berfoto bersama di atas jembatan dengan latar belakang perbukitan hijau Desa Tulungrejo. Tawa dan canda terdengar di mana-mana.
"Sekarang kita punya dua hal yang membuat bangga: jembatan yang kokoh dan polisi yang benar-benar dekat dengan rakyat," ujar Slamet (45), seorang petani.
Dengan semangat gotong royong yang hidup kembali, Jembatan Merah Putih Presisi Polres Batu menjadi bukti bahwa kolaborasi aparat dan masyarakat bisa melahirkan keajaiban