Dinas Pendidikan Sidoarjo yang turut hadir dalam kunjungan tersebut akan memfasilitasi penerbitan ijazah pengganti. Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan membantu pengurusan dokumen kependudukan.
"Kami akan koordinasikan dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan. Ijazah yang terbakar bisa diterbitkan ulang. Ini penting karena ijazah adalah syarat untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan," jelas salah satu perwakilan Dinas Pendidikan yang mendampingi bupati.
Suliyadi: Bersyukur dan Berterima Kasih
Di tengah duka dan kerugian yang dialami, Suliyadi selaku pemilik rumah mengaku bersyukur masih diberi keselamatan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sidoarjo.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Subandi karena peduli dan membantu renovasi rumah kami pasca kebakaran. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami," ujar Suliyadi dengan mata berkaca-kaca.
Ia menceritakan bahwa saat kejadian, ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bagian belakang rumah. Beruntung, mereka bisa menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
"Saya tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Semua habis terbakar. Tapi yang terpenting, kami sekeluarga selamat," ungkapnya.
Mitigasi Kebakaran: Pelajaran Berharga
Insiden kebakaran ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran di rumah. Korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah tangga di Indonesia.
Beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan antara lain:
1. Memeriksa instalasi listrik secara berkala oleh teknisi yang kompeten.
2. Tidak menggunakan stop kontak melebihi kapasitas daya.
3. Mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan, terutama saat malam hari.
4. Memasang alat pemadam api ringan (APAR) di rumah.
5. Memastikan kabel-kabel listrik tidak dalam kondisi terkelupas atau rusak.
Bupati Subandi berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sidoarjo untuk lebih berhati-hati dengan instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan tunggu musibah terjadi baru kita sadar," pesannya.
Peran BPBD dan Baznas
BPBD Sidoarjo yang turut mendampingi bupati dalam kunjungan ini juga akan melakukan asesmen lebih lanjut terhadap kerusakan rumah. Berdasarkan asesmen tersebut, akan ditentukan besaran bantuan yang diperlukan untuk perbaikan rumah.