nasional

Imam Suwandi: Pers dan LSM Jangan "Selingkuh" Peran, Ini Bahaya yang Mengintai Demokrasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 18:33 WIB
Pengamat komunikasi Imam Suwandi peringatkan bahaya kaburnya batas peran LSM dan Pers.Fenomena (Ims)

"Karena pemberitaan yang akurat akan lebih kredibel di mata publik," jelas Imam.

Di sisi Pers, organisasi seperti Dewan Pers dan PWI harus lebih tegas dalam menegakkan kode etik jurnalistik, terutama dalam hal independensi dan keberimbangan.

Menjaga Api di Tempatnya

Imam menutup tulisannya dengan metafora yang indah. Dalam pertempuran sosial, LSM ada di garis depan dengan militansi advokasinya. Sementara Pers mengawal pertempuran tersebut dari jarak intim yang aman.

"Biarkan LSM bergerak dengan militansi advokasinya di garis depan pertempuran sosial, dan biarkan pers mengawal pertempuran tersebut dari jarak intim yang aman—jarak yang memungkinkannya merekam realitas dengan objektif menggunakan catatan, kamera, dan komitmen mutlak pada verifikasi," tulisnya.

Ia menegaskan bahwa menjaga batas antara Pers dan LSM bukan bentuk egoisme sektoral, melainkan cara terbaik untuk memastikan publik mendapatkan hak atas informasi yang jujur sekaligus hak atas pembelaan hukum yang adil.

"Menjaga batas antara Pers dan LSM bukan bentuk egoisme sektoral, melainkan cara terbaik untuk memastikan bahwa publik mendapatkan hak atas informasi yang jujur sekaligus hak atas pembelaan hukum yang adil," pungkas Imam

Halaman:

Tags

Terkini