nasional

Haru! Puluhan Guru PAUD di Wagir Menangis Saat Melepas Bunda Siti Cholimah: "Beliau Telah Menjadi Ibu Kami"

Senin, 25 Mei 2026 | 22:44 WIB
Haru! Puluhan guru PAUD di Wagir menangis saat melepas Bunda Siti Cholimah, penilik HIMPAUDI. (Dwi)

"Beliau datang ke sekolah-sekolah. Duduk bersama kami. Ngobrol. Ngajiin kami cara mengajar yang baik. Beliau itu... seperti kakak, seperti ibu."

Air Mata Bunda Siti

Puncak acara adalah saat Bunda Siti Cholimah diminta untuk menyampaikan pesan perpisahan.

Ia berdiri di depan mikrofon. Diam. Matanya mengembara, menatap satu per satu wajah guru yang hadir. Wajah-wajah yang selama bertahun-tahun ia temui di ruang rapat, di pelatihan, di supervisi, di acara-acara HIMPAUDI.

Lalu, ia mulai berbicara.

"Saya... hanya ingin mengucapkan terima kasih," ucapnya, suaranya bergetar.

"Terima kasih untuk kebersamaan ini. Untuk kerja samanya. Untuk semua dukungannya."

Ia berhenti. Menunduk. Saat ia menegakkan kepalanya lagi, air matanya sudah jatuh.

"Jika selama saya menjalankan amanah masih banyak kekurangan, kesalahan, maupun ucapan yang kurang berkenan, saya mohon maaf sebesar-besarnya."

Ruangan yang tadinya hening pecah. Isak tangis terdengar dari berbagai sudut. Seorang guru di belakang menangis tersedu-sedu, tubuhnya gemetar.

Bunda Siti sendiri tak kuasa melanjutkan. Ia menunduk lagi, menyeka air mata dengan ujung kerudungnya. Beberapa guru maju menghampiri, memeluknya.

"Jangan nangis, Bu. Kami yang berterima kasih," bisik seorang guru sambil menepuk punggung Bunda Siti.

Pelukan yang Tak Mau Lepas

Satu per satu guru maju. Tidak ada yang berbicara banyak. Mereka hanya memeluk. Beberapa memeluk erat, lama, seolah tak mau melepas.

Seorang guru yang lebih muda menghampiri, matanya sembab. "Bunda, saya akan rindu," katanya lirih.

Halaman:

Tags

Terkini