nasional

Evakuasi Medis Pendaki Malaysia di Gunung Rinjani Berhasil, Helikopter Terbangkan Korban ke Bali

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:14 WIB
Drama evakuasi pendaki Malaysia di Gunung Rinjani: helikopter sempat gagal mendarat karena kabut tebal. (Stef)

"Tim medis di lokasi memantau terus kondisi korban. Perawat dan tim SAR gabungan bergantian menjaganya. Kita tidak bisa mengambil risiko memindahkan korban dalam kondisi cuaca buruk," jelas seorang petugas di lokasi.

Korban yang dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya itu terus mendapat perawatan intensif. Tim medis memastikan agar kondisinya tidak memburuk sebelum helikopter dapat menjemputnya.

Pagi yang Menentukan: Cuaca Membaik, Operasi Dilanjutkan

Selasa pagi, 26 Mei 2026, kabut mulai menipis. Jarak pandang di Pelawangan 2 Sembalun dinyatakan aman untuk penerbangan. Helikopter PT SGi Air Bali kembali bersiap.

Pukul 08.05 Wita, helikopter take off dari Lapangan Sembalun menuju ke Pelawangan 2 Sembalun. Pilot kali ini lebih berhati-hati, namun tetap agresif. Ia tahu ada nyawa yang menunggu.

Pukul 08.10 Wita, helikopter mendarat di Pelawangan 2. Tim medis dan SAR yang sudah siaga langsung bergerak cepat. Korban yang telah dipersiapkan sejak malam sebelumnya segera dipindahkan ke dalam helikopter.

Pukul 08.17 Wita, helikopter take off dari Pelawangan 2 menuju Bali. Meninggalkan gemuruh rotor di antara pepohonan dan kabut yang masih tersisa.

Tiba di Bali: Korban Dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur

Perjalanan udara dari Pelawangan 2 ke Bali memakan waktu sekitar 48 menit. Pukul 09.05 Wita, helikopter mendarat di helipad di Benoa, Bali.

Tim medis dari Rumah Sakit Inmedika Sanur sudah bersiap di lokasi. Korban segera dipindahkan ke ambulans dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Korban dalam keadaan sadar, tapi masih mengeluh nyeri di sekujur tubuh. Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk foto rontgen untuk mengetahui apakah ada patah tulang," ujar salah satu petugas medis di RS Inmedika Sanur.

Sinergi yang Membuahkan Hasil: Ini Bukan Kerja Satu Pihak

Keberhasilan operasi SAR ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Bukan hanya Kantor SAR Mataram yang bekerja, tapi juga Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic dan tim medis, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan guide yang sigap.

"Mereka semua bahu-membahu. Yang di gunung menjaga korban, yang di darat mengatur logistik, yang di udara bertarung dengan cuaca. Ini adalah contoh sempurna dari kolaborasi kemanusiaan," ujar Hariyadi dengan bangga.

Para porter dan guide yang pertama kali menemukan korban layak mendapat apresiasi khusus. Mereka tidak hanya mengevakuasi korban dari jalur turun ke Pelawangan 2, tapi juga terus mendampingi dan memastikan kondisi korban stabil.

Halaman:

Tags

Terkini