Dalam sambutan singkat, Prabowo mengingatkan para diaspora untuk tidak melupakan Tanah Air.
"Kita di sini jauh dari keluarga, jauh dari kampung halaman. Tapi jangan pernah lupa bahwa Indonesia adalah rumah kita. Mari kita jaga nama baik bangsa di mana pun kita berada," ujar Prabowo.
Ia juga berpesan agar warga Indonesia di perantauan selalu menjaga persatuan.
"Perbedaan itu wajar, tapi jangan sampai memecah belah. Kita semua adalah saudara," tambahnya.
Ragowo Hediprasetyo, Anak Semata Wayang, Juga Salat Berjamaah
Kehadiran Ragowo Hediprasetyo, putra semata wayang Prabowo, turut menyita perhatian. Ragowo yang mengenakan kemeja putih dan sarung batik, duduk di saf belakang dengan khusyuk.
Usai salat, ia juga bersalaman dengan para jemaah. Ia terlihat cukup akrab dan tidak canggung.
"Ini pertama kali saya lihat Pak Prabowo dan putranya salat Iduladha bersama. Mereka terlihat sangat dekat," ujar seorang jemaah.
Menteri Rosan dan Sekkab Teddy Hadir, Tunjukkan Kekompakan Kabinet
Turut mendampingi Prabowo dalam salat Iduladha adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran mereka menunjukkan kekompakan kabinet di momen Iduladha. Rosan, yang sehari-hari sibuk mengurus investasi, terlihat santai bersalaman dengan diaspora. Teddy, yang dikenal sebagai ajudan setia Prabowo, sigap mengatur jadwal dan memastikan acara berjalan lancar.
Diaspora: "Kami Merasa Tidak Dilupakan"
Suasana haru dan hangat mewarnai momen silaturahmi setelah salat. Para diaspora bergantian bersalaman dengan Presiden. Beberapa terlihat menangis.
"Kami merasa tidak dilupakan. Jauh di perantauan, Presiden masih ingat untuk salat berjamaah bersama kami," ujar seorang diaspora asal Surabaya yang sudah 5 tahun tinggal di Paris.
"Selamat Iduladha, Pak Prabowo. Semoga Bapak sehat selalu," ucapnya.