Wisma Indonesia Paris: Rumah Kedua bagi Diaspora
Wisma Indonesia Paris mungkin tidak sebesar Kedutaan Besar. Tapi bagi diaspora, gedung sederhana itu adalah rumah kedua. Tempat mereka berkumpul, bertukar cerita, dan melepas rindu.
Pada pagi itu, Wisma Indonesia menjadi saksi kebersamaan yang hangat. Antara pemimpin dan rakyatnya. Antara Tanah Air dan perantauan.
Iduladha di Perantauan, Kebersamaan yang Tak Terlupakan
Setelah salat dan bersalaman, Prabowo berfoto bersama para diaspora. Tidak ada jarak. Tidak ada sekat. Hanya senyum dan tawa.
"Terima kasih, Pak Prabowo. Kami bangga menjadi warga Indonesia," ujar seorang diaspora.
Prabowo hanya tersenyum dan membalas, "Saya juga bangga dengan kalian. Teruslah mengharumkan nama Indonesia."
Takbir kembali bergema sebagai penutup. Iduladha 1447 H di Paris akan menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi diaspora. Bukan hanya karena salat berjamaah, tapi karena Presiden hadir di tengah-tengah mereka.