nasional

Mengulas Lengkap WDK Batu: Tiket Rp20.000, Lahan Parkir 7.000 Meter, 20 Tenant Kuliner, Hingga Villa Bahan Bekas

Minggu, 31 Mei 2026 | 21:53 WIB
Malaysia, China, Jepang sampai Italia sudah mampir ke WDK Batu. Sekarang giliran kamu! Tiketnya cuma 20 ribu lho. (Wic)

· Tenant makanan
· Tenant bunga
· Tenant melukis
· Tenant penjual tanaman

Proses seleksi tenant cukup ketat:

· Calon tenant harus melalui tes rasa makanan
· Penentuan harga jual (tidak boleh terlalu mahal)
· WDK yang membangun lapak sesuai konsep
· Tenant hanya mengisi menu

Rinto mengakui bahwa WDK masih terus mencari produk makanan unggulan yang bisa menjadi penopang nilai jual utama destinasi.

Hiburan Musik Live
Dulu WDK tidak menyediakan musik, hanya mengandalkan suara alam dan burung. Namun karena banyak tamu yang ingin bernyanyi dan bersantai, WDK kini menghadirkan pemain musik live setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu di panggung dan area lapangan.

Data Lahan dan Tenaga Kerja

· Luas lahan WDK: 3 hektar
· Jumlah pekerja: 40 orang

Target Pengunjung dan Kapasitas
Rinto menargetkan komposisi pengunjung 50% wisatawan lokal dan 50% wisatawan asing. Hal ini disesuaikan dengan kapasitas WDK agar tidak terjadi komplain akibat kelebihan beban.

Upaya Promosi ke Mancanegara
Strategi promosi WDK antara lain:

· Media sosial (unggahan dokumentasi pengunjung)
· Kerja sama dengan agen travel (saat ini memiliki staf di China yang menjalin hubungan dengan agen travel setempat)
· Kunjungan paguyuban pengelola wisata Malaysia beberapa tahun lalu yang bersedia membantu promosi ke agen travel di Malaysia

Rinto menegaskan pentingnya update tahunan tentang pembangunan dan wahana baru agar promosi tidak menggunakan dokumentasi usang.

Pelestarian Lingkungan dan Tanaman
WDK mempertahankan berbagai tanaman asli, antara lain:

· Tanaman Pule (tanaman keras)
· Tanaman Pakis (tanaman hutan yang menjaga suhu dingin dan kadar air tinggi)
· Tanaman bunga
· Pohon apel (peninggalan kebun apel yang masih dipertahankan)

"Kami meminimalisir bangunan dan memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman. Banyak orang yang belum tahu tentang Pakis karena belum pernah masuk hutan. Kami ingin memperkenalkan itu," jelas Rinto.

Harapan ke Pemerintah Kota Batu
Rinto berharap Pemerintah Kota Batu dapat mendukung dan mempromosikan WDK sebagai salah satu wisata alam unggulan, terutama kepada wisatawan mancanegara yang singgah di Kota Batu.

Halaman:

Tags

Terkini