[ad_1]
Batu Lubang Sibolga merupakan tempat yang kaya akan sejarah. Selain itu, tempat ini juga banyak dikunjungi wisatawan karena daya tariknya. Apa pun?
| Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 24 jam, Alamat: Jl. Sibolga - Tarutung, Simaninggir, Kek. Sitahuis, Kabin. Tapanuli Tengah, Sumatera Utara; Map: Pemeriksaan lokasi |
Sibolga adalah sebuah kabupaten yang terletak di Tapanuli Tengah. Ada banyak tujuan wisata di daerah tersebut. Salah satunya yang kaya akan sejarah dan keindahan adalah Batu Lubang Sibolg. Destinasi ini menawarkan pemandangan yang tidak kalah bagusnya dengan yang lain.
Selain lokasi wisata, wisatawan juga akan disuguhkan pemandangan indah sepanjang perjalanan. Ada sekitar dua terowongan yang terlihat seperti gua. Ini pula yang menjadi alasan utama pariwisata disebut Batu Lubang.
Selain itu, tempat ini juga kaya akan sejarah. Dilihat dari cerita penduduknya, bendungan ini memiliki banyak cerita menarik yang sayang jika diabaikan begitu saja. Ingin mendapatkan ulasan lengkap? Yuk simak pembahasan selanjutnya!
Atraksi batu lobang Sibolg
Setiap destinasi wisata memiliki daya tarik tersendiri. Tidak terkecuali Batu Lobang yang berada di wilayah Sibolga. Dan Indonesia memang kaya akan pariwisata, jadi dimanapun tempat ini pasti akan dikunjungi jika memang menarik dan unik. Berikut beberapa daya tarik Batu Lubang Sibolga.
1. Air terjun di balik tembok
Perlu dicatat bahwa sebelum mengunjungi wisata sejarah ini, perlu diketahui apakah Anda mengetahui atraksi apa saja yang unik di tempat ini. Ada banyak atraksi di tempat ini, yang pertama adalah air terjun di sebelah dinding batu.
Ada dua terowongan ganda yang dipercaya menyimpan banyak cerita misterius. Gua tersebut membuat pengunjung merasakan sensasi segarnya air yang mengalir keluar dari dinding bebatuan. Apalagi di sebelah dinding goa mengalir air terjun.
Pada umumnya orang akan berfoto sebentar di dinding goa sebelum pergi ke tempat lain yang tak kalah menarik.
2. Banyak gua dengan ukuran berbeda
Daya tarik Batu Lubang Sibolga yang kedua adalah adanya alur gua dengan berbagai ukuran. Masyarakat setempat percaya bahwa gua di Jalan Trans-Sumatera ini memiliki nilai sakral tersendiri.
Gua pertama yang akan dilalui wisatawan panjangnya sekitar 40 meter, sedangkan sisanya hanya sepanjang 20 meter. Sayangnya, kita masih belum tahu persis seperti apa sejarah lengkap dari kedua terowongan gua tersebut.
Namun, terowongan tersebut dikabarkan sudah ada sejak tahun 1930-an, sebelum Indonesia merdeka.
3. Pariwisata berawal dari era kerja paksa
Penduduk setempat mengatakan bahwa Batu Lobang dibangun sebagai hasil kerja paksa pada masa penjajahan Belanda. Warga yang ditahan oleh penjajah selalu mengalami perlakuan kejam dan sewenang-wenang.
Salah satu kerja paksa tersebut adalah warga diminta membuat terowongan secara padat dan kaku. Masyarakat kemudian melubangi batu tersebut agar tentara Belanda dapat melewati jalan tersebut.
Hal ini terlihat ketika wisatawan melihat ke atas goa, akan ada tulisan “Welcome to Holland Cave”. Sampai di sini bisa dipahami dengan benar?
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.