Kini tempat yang mudah diakses dan umum digunakan sebagai media transaksi adalah e-commerce. Memiliki toko atau bisnis e-commerce kita dapat membuat pihak bank semakin yakin bahwa bisnis kita nyata.
Anda bisa menggunakan platform e-commerce seperti Tokped, Shopee, Lazada, Bukalapak atau lainnya. Jika bisnis Anda terkait dengan memasak, Anda juga bisa menggunakan Gofood, makanan Shopee dan lainnya.
Sebaiknya tunggu sampai toko e-commerce tersebut memiliki banyak pembeli agar banyak review atau produk yang dijual. Kemudian setelah itu kirimkan KUR ke Bank.
3. Jangan mengambil pinjaman lain
Seperti yang sudah kita ketahui, ini merupakan salah satu syarat bagi penerima KUR. Jadi jangan tergoda untuk pinjam ke bank lain. Jika Anda ketahuan mengambil pinjaman dari bank lain, bisa dipastikan pengajuan KUR Anda akan ditolak.
Apakah ini berlaku untuk semua jenis pinjaman?
Tenang saja, tidak semua jenis kredit dilarang untuk penerima KUR. Anda tetap bisa menggunakan pinjaman konsumtif seperti KPR, kartu kredit, atau payment processor saat mengajukan KUR.
4. Siapkan tampilan KUR dengan detail
Sebelum mengajukan KUR, disarankan untuk menyiapkan aplikasi KUR dengan perincian seperti denominasi, tujuan, jangka waktu, dan sumber dana untuk mengembalikan pinjaman.
Ini akan sangat membantu Anda meyakinkan pihak bank bahwa Anda memiliki rencana yang baik dan serius dalam mengembangkan bisnis Anda. Artinya, dana KUR sampai pada tempat yang tepat (tepat sasaran).
Baca juga, Jangan Salah! Ini Beda KUR dengan Kupedes BRI 2023
5. Pemenuhan semua persyaratan
Kelengkapan dan keabsahan dokumen yang dipersyaratkan harus diperhatikan agar permohonan KUR dapat diterima.
Secara umum, beberapa dokumen persyaratan yang perlu disiapkan untuk mengajukan KUR antara lain:
- Identifikasi
- kartu Keluarga
- Surat nikah/cerai (bila sudah menikah)
- Surat Izin Usaha seperti NPWP, SIUP dan lainnya.
- Verifikasi akun
Sebelum mengajukan KUR, disarankan untuk mengecek terlebih dahulu dokumen apa saja yang disyaratkan oleh Bank. Setiap bank mungkin memiliki persyaratan dokumen yang sedikit berbeda.
6. Jalankan bisnis minimal 6 bulan dulu.
Jangka waktu usaha juga selalu dinyatakan dengan jelas dalam persyaratan KUR di masing-masing bank. Bank akan memilih perusahaan mana yang beroperasi lebih dari 6 bulan dan mana yang tidak.
Ini merupakan indikator awal bahwa bisnis berjalan dan berpotensi untuk berkembang. Bayangkan saja jika Anda baru menjalankan bisnis selama 1 bulan dan memutuskan keluar karena tidak ada pembeli setelah menerima pinjaman?
Jadi, bisa dikatakan 6 bulan ini juga bisa mengukur kegigihan kita sebagai pengusaha. Jadi luangkan waktu Anda. Pastikan Anda sabar dan tekun dalam menjalankan usaha Anda minimal 6 bulan sebelum mengajukan KUR.