• Kamis, 4 Juni 2026

Cepuri Parangkusumo, Destinasi Wisata Sejarah dengan Batu Karang Ikonik di Bantul

Photo Author
Administrator, Indexindonesia.com
- Kamis, 16 Maret 2023 | 08:20 WIB

[ad_1]



Harga tiket: Gratis, Jam kerja: 24 jam, Alamat: Parangrit, Keck. Kretek, taksi. Bantul, D.I. Yogyakarta; Map: Pemeriksaan lokasi

Dari sekian banyak tempat wisata di Bantul, Yogya, Chepuri Parangkusumo sepertinya menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Bukan karena keindahannya atau banyaknya daya tariknya, melainkan karena sejarahnya yang panjang. Meski tidak seramai wisata pada umumnya, tempat ini memberikan nuansa liburan yang berbeda.


Ini bukan pantai, tapi dekat dengan pantai terkenal di Jokia. Pantai yang dimaksud memiliki nama yang sama dengan tempat wisata yang kita bahas kali ini yaitu Pantai Parangkusumo. Pengunjung yang berkunjung biasanya mampir ke sini setelah puas bermain di pantai, dan mungkin juga sebaliknya.


Baik wisata alam maupun atraksi, tempat ini merupakan salah satu objek wisata religi di Jokya. Itu sebabnya sebagian besar pengunjung yang datang ke sini cenderung berziarah. Menariknya, kali ini bukan kuburan seperti wisata religi pada umumnya. Yang menarik di sini adalah dua batu ikonik yang memiliki sejarah panjang berdirinya Kerajaan Mataram.



Daya Tarik Chepuri Parangkusumo


-
Kredit Gambar: Google Maps Aura Cantyka

Cepuri Parangkusumo tidak terlalu ramai, namun pengunjung datang ke sini setiap hari. Ada beberapa alasan kenapa tempat ini dikunjungi, tidak lain karena daya tariknya. Ingin tahu apa yang Anda maksud? Silahkan simak penjelasan berikut ini!


1. Sejarah Chepuri Parangkusumo


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tempat yang menjadi wisata religi ini sangat erat kaitannya dengan pendiri kerajaan Mataram. Ia tidak lain adalah Panembahan Senopati atau Danang Sutavijaya. Pada zaman Belanda, ia mencari cara untuk melawan dan mengusir penjajah dari Nusantara.


Jika hanya mengandalkan orang biasa, tentunya hal ini tidak masuk akal, karena saat itu mereka belum siap berperang. Atas inisiatifnya sendiri, Panembahan Senopati bertapa dan menyepi ke suatu tempat di lautan, yang kemudian menjadi cikal bakal Chepuri Parangkusumo. Selama beberapa hari berikutnya, usahanya mulai membuahkan hasil ketika sesosok tampan muncul di sampingnya.


Sosok tersebut adalah Kanjeng Roro Kidul yang dianggap sebagai penguasa Pantai Selatan. Panembahan Senopati yang tampan juga diterima dengan baik oleh sang ratu. Setelah mengutarakan niatnya, Ratu Kidul akhirnya setuju dan akan membantunya dalam melawan penjajah Belanda.


Namun, bantuan yang diberikan Nyi Roro Kidul tidak sia-sia. Syaratnya, Panembahan Senopati harus menjadikannya istri sakti. Diterapkan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keturunannya, yang memimpin kerajaan. Perjanjian ini masih berlaku sampai sekarang, dan sebagian besar warga percaya akan kebenarannya.



2. Batu kultus


Kisah Cepuri Parangkusumo yang berujung pada kesepakatan antara Panembahan Senopati dengan Ratu Pantai Selatan semakin diperkuat dengan adanya dua batu ikonik. Hal inilah yang membuat penduduk setempat percaya dengan cerita dan pertemuan dua pasangan yang dimabuk cinta ini. Batu ini diabadikan dan masih ada di tempat-tempat wisata.


Bukan satu batu, tapi dua batu yang jaraknya tidak jauh. Jaraknya hanya beberapa meter, keduanya memiliki ukuran yang berbeda, satu besar dan satu kecil. Kedua batu ini adalah tempat mereka bertemu. Batu besar dipercaya sebagai tempat bersemedi Panembahan Senopati, dan batu kecil adalah tempat tinggal Kangjeng Ratu Selatan.


Karena dianggap keramat, kedua batu yang menjadi ikon Chepuri Parangkusumo ini dikelilingi tembok berwarna putih. Bagi siapa saja yang ingin masuk harus menginformasikan kepada juru kunci. Keberadaan batu karang ini menegaskan sekali lagi bahwa tempat yang dijadikan tempat wisata itu tak lain adalah lautan.


3. Suka wisata religi di Jokya


Juga mengapa situs sejarah ini selalu dikunjungi, karena digunakan sebagai wisata religi. Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada kuburan yang ditemukan di sini. Wisata religi yang dimaksud adalah kedua batu karang yang telah dijelaskan di atas. Pengunjung biasanya menyembah dan menjadikan batu ini sebagai perantara.


Chepuri Parangkusumo bisa dikunjungi siapa saja, bahkan turis mancanegara. Saat berkunjung, pastikan Anda menekan kentongan yang tersedia di pintu masuk. Setelah memukul kentongan tiga kali, seorang punggawa atau juru kunci akan keluar dan menyapa Anda. Inilah salah satu keunikan yang tidak dimiliki oleh wisata religi lainnya.



Alamat dan rute menuju lokasi


-
Kredit Gambar: Google Maps Wahyu Rat Hari Wibowo

Tempat wisata ini mudah ditemukan karena sangat strategis. Jarak dari pusat kota Bantul hanya 17 kilometer, rata-rata tempat wisata bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Alamat lengkap Chepuri Parangkusumo di Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DC, Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X