Usai tampil, Ritaudin menyampaikan pesan mendalam kepada media dan warga Indonesia. "Sesuatu yang menarik, bukan saja saya dari Malaysia, tetapi semua harus melestarikan budaya Bantengan," serunya. "Orang Indonesia harus menghargai seni budaya yang ada, yang hilang dikembalikan, jangan dilupakan. Saya orang Malaysia akan support orang Indonesia karena kita bersaudara. Satu Nusantara, satu budaya, satu tradisi yang harus terus dijaga!"
Komitmen Batu Menjadi Kiblat Budaya Bantengan
Festival Bantengan Nuswantara 2025 bukan sekadar karnaval. Ia adalah pernyataan nyata Kota Batu sebagai benteng pelestarian warisan leluhur. Kolaborasi antara pemerintah, seniman lokal, dan partisipasi internasional menciptakan sebuah mozaik budaya yang hidup, dinamis, dan mengakar kuat. Pesan Ritaudin tentang persatuan budaya Nusantara menjadi penutup sempurna, mengingatkan semua pihak bahwa Bantengan bukan hanya milik Batu atau Indonesia, tetapi warisan budaya yang bernilai universal, wajib dijaga bersama untuk generasi mendatang. Gelaran tahun ini sukses membuktikan bahwa tradisi kuno tetap mampu memikat hati di era modern, menjadi magnet wisata budaya yang tangguh. (siatpv.com)