Setelah 41 tahun sejak Dwianto Setiawan menulis artikel tersebut, apakah tantangan dalam mengadakan buku anak-anak masih sama? Saat ini, biro penerbitan sudah banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Namun, buku anak-anak masih relatif sedikit. Apakah ini karena kurangnya minat baca anak-anak atau penulis cerita anak yang langka?
Pentingnya Buku Anak-Anak
Dwianto Setiawan menekankan bahwa buku anak-anak sangat penting, tidak hanya untuk menyenangkan anak-anak, tetapi juga untuk membantu perkembangan anak dalam usia pertumbuhan dan membentuk kepribadian anak sesuai dengan moral, watak, dan kehidupan sosio-kultural suatu bangsa.
Mari kita kenang karya Dwianto Setiawan dan wujudkan pemikirannya dalam membangun karakter anak Nusantara. Dengan kesadaran akan pentingnya buku anak-anak dan kerja kolektif antara penulis, editor, dan ilustrator, kita dapat meningkatkan kualitas buku anak-anak di Indonesia.
Kota Batu , 6 Agustus 2025
Syamsu Soeid, 65 Tahun, masih suka menulis puisi, cernak, esey, baca puisi. Akhir-akhir ini sering berkarya Performance Art di berbagai daerah, sampai di Jogja, Juli 2025 kemariin.
Red