Momen menyayat juga terjadi ketika siswa SMAN 72 Jakarta berinisial MANP, naik ke panggung, menghampiri Pramono Anung.
Dalam momen itu, suaranya bergetar saat menyampaikan rasa terima kasih bagi Pemprov DKI yang bergerak cepat menangani korban ledakan.
“Teman-teman saya masih di rumah sakit. Mereka masih trauma,” sesalnya.
Pramono spontan memeluknya, suasana haru pun menyelimuti suasana tersebut.
“Saya harap seluruh siswa tahu bahwa bullying dan perundungan adalah hal yang tidak toleran,” tegas Pramono.
Pramono menegaskan kembali komitmen Pemprov DKI mengambil alih seluruh biaya pengobatan, pemulihan psikis, sampai perbaikan sekolah.
“Acara ini memberikan hope dan semangat bagi anak-anak kita,” tandasnya.***Contoh Judul:
- Usai Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Disebut Tak Punya Teman Curhat, Ada Sesal yang Diungkap Rekan Seperjuangannya
- Cerita Siswa SMAN 72 Jakarta Sambil Terisak Tangis di Hadapan Pramono Anung usai Insiden Ledakan yang Timbulkan Luka Traumatis
- 46 Saksi Diperiksa usai Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta, Lihat Lagi Temuan Peledak Rakitan di Lokasi Kejadian
(NAMA MEDIA) - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya memeriksa 46 saksi anak untuk mengurai konstruksi peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyebut 10 saksi di antaranya berhalangan hadir.
“Penyidik sudah memeriksa 46 saksi anak. Sepuluh saksi lain berhalangan hadir,” ujar Budi Hermanto kepada awak media di Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025.
Pemeriksaan dilakukan di UPTD PPPA DKI Jakarta, demi memastikan pendampingan psikologis terpenuhi.
Polisi juga telah meminta keterangan ayah pelaku, sementara ibunya belum dapat diperiksa karena bekerja di luar negeri.
“Prosesnya masih berjalan," terang Budi.
Berkaca dari hal itu, sebagian publik juga menyoroti adanya fakta terkait terduga pelaku yang masih berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) disebut memendam kesepian mendalam.
Terduga pelaku hidup tanpa tempat berbagi cerita, dan tumbuh dalam keluarga yang telah lama terbelah.