• Kamis, 4 Juni 2026

Pengamat Politik Ungkap Adanya Gaya Birokrasi Baru ala Teddy: Kuncinya Bukan Pencitraan

Photo Author
Administrator, Indexindonesia.com
- Rabu, 19 November 2025 | 14:00 WIB

"Metode ini, jauh lebih efektif daripada sekadar membaca laporan birokrasi di atas meja," sebutnya.

Kehadiran Seskab Teddy Bikin Legitimitas Pemerintah Meningkat

Bagi Amsori, kehadiran empatik yang ditunjukkan Seskab Teddy bukan hanya soal citra, tapi sebagai investasi legitimasi pemerintah RI.

Survei dari Indikator Politik, menunjukkan tingkat kesadaran publik terhadap Seskab Teddy mencapai lebih dari 50 persen.

Hal tersebut, menunjukkan figurnya semakin dikenal dan dihargai. Amsori menilai ini bukan kebetulan.

“Kuncinya bukan pencitraan. Ini soal hadir dengan hati,” ujar Amsori.

Bagi Amsori, konsistensi Teddy dalam mengunjungi masyarakat kecil adalah bagian dari strategi kepemimpinan yang berdampak lebih dalam.

Dalam hal ini, Seskab di Kabinet Merah Putih itu dinilai dapat memperkuat hubungan emosional antara negara dan warganya, sekaligus memberikan contoh kepada pejabat lain bahwa empati adalah fondasi legitimasi yang kokoh.

Menurut Amsori, sosok Teddy telah menjadi simbol birokrasi yang baru, yakni bukan terkait birokrat kelas atas yang jauh dari rakyat, tetapi pemimpin yang rendah hati, empatik, dan tetap efisien.

“Yang membuat publik menerima Teddy adalah sikap rendah hati, bukan wibawa yang dibuat-buat,” tandasnya.

Fenomena Politik yang Menarik Dicermati

Secara terpisah, Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut tingginya tingkat popularitas Teddy sebagai fenomena politik yang menarik dan patut dicermati.

Burhanuddin mencermati, Seskab Teddy bukanlah pejabat yang memiliki wewenang sebesar menteri koordinator atau menteri teknis lainnya.

Hal itu disampaikannya saat menunjukkan hasil survei bertajuk ‘Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran' secara virtual, pada Sabtu, 8 November 2025.

"Posisi Sekretaris Kabinet secara tradisional bukanlah jabatan yang memiliki sorotan media sebesar Menteri Koordinator atau Menteri teknis yang berurusan langsung dengan proyek fisik," kata Burhanuddin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini

X