JAKARTA, Indexindonesia.com - Sebagian publik di media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya video taktis yang memperlihatkan aksi penggerudukan terhadap dua kapal kargo raksasa milik MSC di perairan Selat Hormuz, pada Kamis (23/4/2026). Yang menjadi sorotan utama bukan hanya keberanian pasukan tersebut, melainkan metode "naik lambung pakai tangga" yang sangat terstruktur, seperti operasi militer skala penuh.
Dalam unggahan akun X @mog_ressEN, tampak puluhan pasukan bertopeng hitam dengan perlengkapan taktis lengkap mendekati vessel menggunakan perahu karet cepat. Dengan sigap, mereka menaiki kapal kontainer berbendera Panama dan Liberia tersebut menggunakan tangga aluminium yang telah disiapkan.
"Gerakannya sinkron, bukan gerakan perompak biasa. Ini adalah sindikat perang proksi antara AS dan Iran yang sedang bermain di perairan panas Selat Hormuz," ujar pengamat geopolitik Maritim, Bambang Suryo, kepada genararakyat.com.
Dua Kapal Disita, Televisi Iran Turun Gunung
Dua kapal yang menjadi target adalah MSC Francesca dan Epaminondas. Menurut laporan yang dikutip genararakyat.com dari siaran pers Garda Revolusi Iran, kedua kapal tersebut disita karena diduga mematikan sistem transponder (AIS) dan melanggar aturan maritim.
Yang membuat publik makin bingung, televisi nasional Iran justru dengan bangga menyiarkan rekaman tersebut. Narasi yang dibangun Teheran sangat kuat: ini adalah bentuk pembalasan setelah AS menyita kapal berbendera Iran beberapa hari sebelumnya.
Namun, di kubu seberang, Gedung Putih dengan tegas membantah. Juru bicara Karoline Leavitt menyebut aksi itu sebagai "perompak bersenjata" yang tidak ada hubungannya dengan operasi negara.
"Kapal itu milik internasional, bukan AS atau Israel. Ini murni aksi kriminal. Jangan terprovokasi oleh propaganda Iran," tegas Leavitt dikutip dari NY Post.
Fakta Kontradiktif yang Membedakan
genararakyat.com merangkum tiga fakta yang saling bertentangan dari insiden ini:
1. Metode Operasi: Di satu sisi, penggunaan granat kejut dan tembakan peringatan (seperti laporan otoritas maritim Inggris) menandakan agresi. Namun di sisi lain, pasukan Iran mengklaim tidak ada satu pun awak kapal yang terluka.
2. Waktu Kejadian: Insiden terjadi hanya beberapa jam setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan. Publik bertanya, apakah ini bentuk ketidakpatuhan Iran atau justru pengalihan isu?
3. Bendera Kapal: Kapal berbendera Panama dan Liberia. Dalam hukum laut, ini membuat AS sulit terlibat langsung, namun anehnya AS justru paling vokal mengkritik.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari perusahaan pelayaran MSC. Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis 20% minyak dunia kini kembali menjadi panggung sandiwara perang dingin antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat. (*)
---
Elemen SEO & M
Artikel Terkait
Bukan Pasukan Biasa! aksi Turun Tangga di Lambung Kapal MSC di Selat Hormuz Diduga Sindikat Perang Proksi AS-Iran