Kebanggaan terburuk
Al-Hafiz Adz Dhahabi Rahimahullah berkata: “Seburuk-buruknya kesombongan adalah orang yang sombong di depan orang dengan ilmunya, merasa hebat dalam dirinya dengan keutamaan yang dimilikinya, kemudian ilmunya tidak membawa manfaat yang nyata” (Al- Kabir 95) .
Pengetahuan
Muadz bin Jabal (radiallahu anhu) berkata: “Ilmu adalah pelipur lara dalam kesendirian, teman dalam kesendirian, teman bicara dalam kesendirian, penuntun di kala suka dan duka, senjata melawan musuh dan hiasan di antara sahabat.” ( Minhajul Gashidin, hal.15)
Bekal terbaik untuk anak Anda
Syekh As sadi Rahimahullah berkata: "Adab mulia lebih baik untuk anak-anak baik di masa sekarang (di dunia ini) dan di kehidupan yang akan datang dibandingkan dengan apa yang Anda berikan kepada mereka emas dan perak." (Bahjati Gulubil Abrar, hlm. 197)
Kematian itu tiba-tiba
Luqman Rahimahullah berkata kepada anaknya: “Wahai anakku, jangan ragu untuk bertaubat, karena sesungguhnya kematian datang dengan tiba-tiba.” (At-Tauba, hlm. 29)
Jangan sombong
Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Sehebat apapun kamu beramal, janganlah bangga dengan amalmu, karena amalmu masih sangat kecil dibandingkan dengan hak Allah ta’ala yang harus kamu penuhi.” (Siarch Riyadhus Salihin, 1/575)
Rumah sejati seorang muslim
Syekh Salih Al-Fawzan Rahimahullah berkata: “Dunia bukanlah negara tempat tinggal seorang Muslim. Memang, negara seorang Muslim adalah surga. Dia ada di dunia untuk berbuat baik, untuk pergi ke surga." (Siarch al-Arbaeen, hal. 285)
Sifat dasar manusia
Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata: “Manusia, ciri utamanya adalah mencintai dirinya sendiri. Karena itu, dia tidak melihat apa pun selain kebaikan dalam dirinya. Sifat manusia juga membenci orang yang menentangnya. Jadi dia tidak melihat apa-apa selain keburukan di dalamnya. (Ighatsatul Lahafan, 2/181)
Harta haram memotong jatah makanan halal