“BRI punya potensi, potensi yang penting rata-rata penyaluran KUR BRI adalah 1 triliun per hari, yang akan membatasi BRI pada hari kerja,” ujar Supari selaku Direktur Bisnis Mikro BRI di channel YouTube ENR Project Review.
Intinya, Bank BRI menilai kuota IRM yang dibebankan melebihi kapasitas perusahaan.
Hal ini harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Diharapkan sebagian kuota KUR dialihkan ke bank atau lembaga lain.
Pembayaran yang ditangguhkan
Lebih dalam, Sapari juga menjelaskan seperti apa pendanaan program KUR tersebut.
“Sumber pembiayaan KUR 100% Bank. Mulai dari pinjaman kepada masyarakat berupa simpanan giro, simpanan yang harus dibayar bunganya oleh bank kepada deposan,” kata Supari.
“Sebenarnya bunganya 16%, tapi pemerintah kasih subsidi 10%. Bukan ke bank,” tambahnya.
Baca juga, Berapa Lama Proses Pembayaran KUR? Inilah jawabannya!
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami hal ini dan malah menyepelekan pembayaran cicilan setiap bulannya. Parahnya, ada yang justru tidak membayar iurannya sama sekali setelah menerima CSD.
Tentu saja, ini menjadi kendala serius bagi bank. Karena riwayat kredit yang buruk, keuntungan bank berkurang. Pada saat yang sama, bank tetap berkewajiban membayar bunga kepada nasabah yang menabung.
Di sisi lain, dalam program KUR ini, bank tidak diperbolehkan meminta agunan kepada peserta KUR (dengan limit kredit kurang dari Rp50 juta).
penutup
Dari jawaban yang diberikan langsung oleh Direktur Bisnis Mikro di Bank BRI, kami memahami dari sudut pandang Bank.
Karena Bank bertindak sebagai penyalur KUR dalam hal ini, maka tidak dapat bergerak tanpa instruksi pemerintah. Dan ternyata keterlambatan penyaluran CSD ini cukup pelik, tidak hanya di pihak pemerintah, tapi juga pada kredit macet CSD di pihak rakyat kita sendiri.
Kami berharap penyaluran KUR tahun ini dapat segera dilaksanakan dan tepat sasaran. Yakni, bagi pengusaha UMKM yang sangat membutuhkan pembiayaan dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman hingga lunas.