• Kamis, 4 Juni 2026

Kegiatan Pemasangan GPS Collar Kedua, Upaya Mitigasi Interaksi Negatif Gajah dan Manusia

Photo Author
Administrator, Indexindonesia.com
- Sabtu, 1 April 2023 | 12:08 WIB



Upaya pemasangan GPS Collar dilanjutkan pada 29 Maret 2023. Kegiatan diawali dengan pemantauan keberadaan kelompok gajah jambul. Kelompok gajah tersebut ditemukan berada di daerah Gunung Gede dengan vegetasi semak belukar.





Setelah ditemukan keberadaannya, tim inti yang dilengkapi dengan senapan bius bersama tim medis dan keamanan segera menuju ke lokasi tersebut. Tim selanjutnya melakukan upaya penggiringan dan pemisahan gajah target dari kelompoknya. Setelah gajah terpisah, senapan bius ditembakkan ke tubuh gajah target pada pukul 11.11 WIB.





Namun, penembakan bius ini juga belum sesuai dengan yang diharapkan. Hasil penilaian pembiusan menunjukan gajah belum terbius sempurna sehingga dilakukan pemberian dosis suplemen secara suntik langsung (hand syringe) pada pukul 13.05 WIB. Hal ini dilakukan agar tim dapat mendekati gajah dengan aman.





GPS Collar berhasil dipasangkan dalam waktu kurang lebih 25 menit. Tim medis kemudian melakukan pemantauan kondisi gajah hingga sadarkan diri dan mulai berjalan kembali pada pukul 14.45 WIB. Gajah yang telah dipasangkan GPS Collar ini diberi nama Ramadhani.





Maka berdasarkan hasil pengukuran (morfometri) tubuh, gajah tersebut memiliki berat badan 3.189 kg; tinggi bahu 223 cm; lingkar dada 382 cm.





“Iya kami juga melakukan koleksi sampel darah untuk tujuan pemeriksaan DNA, hematologi, dan kimia darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gajah secara umum. Kami juga melakukan penyuntikan antibiotik long acting untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder pada bekas tembak bius, penyuntikan obat anti stress serta untuk memperkuat daya tahan tubuh gajah,” tambah Erni.





Dan Kepala SPTN Wilayah III Krui, Maris Feriyadi menyampaikan harapannya agar pemasangan GPS Collar dapat memberikan kontribusi yang positif atas upaya mitigasi interaksi negatif manusia dan gajah liar di wilayah kerja SPTN Wilayah III Krui, khususnya di Resort Suoh dan sekitarnya.





“Dimana Balai Besar TNBBS sudah mengoperasikan GPS Collar pada kelompok gajah bunga yang dipasangkan pada Desember 2021 yang lalu, kadangkala kelompok gajah jambul bergabung dan berpisah dengan kelompok gajah bunga sehingga menyulitkan tim satgas dalam melakukan pemantauan dan penghalauan. Sehingga dengan terpasangnya 2 GPS Collar pada dua (2) kelompok gajah yang berbeda ini diharapkan dapat memudahkan dalam pemantauan pergerakan, sehingga upaya mitigasi dapat lebih dini dan optimal dilakukan,” ungkap Maris.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini

X