MALANG, Indexindonesia.com — Hitung mundur menuju masa pensiun kerap menjadi momentum bagi sebagian orang untuk mulai bersantai dan mengurangi beban kerja. Namun tidak bagi Widjaja R Saleh, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang. Di usianya yang menjelang purna tugas pada 2026, ia justru semakin giat menyelesaikan sejumlah program strategis.
Pada Kamis (21/5/2026) pagi, Widjaja membeberkan kepada awak media beberapa pekerjaan rumah (PR) yang masih menjadi fokus penyelesaian. Baginya, pelayanan kepada masyarakat di sektor transportasi dan lalu lintas tidak pernah benar-benar selesai.
"Namanya tugas pelayanan kepada masyarakat itu enggak ada selesainya. Biarpun ada kendala maupun tidak ada kendala, masih ada yang harus kami selesaikan," ujar Widjaja dengan nada penuh semangat.
Angkutan Sekolah: Tinggal Finalisasi
Salah satu program yang ditargetkan berjalan dalam waktu dekat adalah angkutan sekolah. Program ini saat ini tinggal menunggu finalisasi administrasi dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum diterapkan di lapangan.
"Begitu finalisasi selesai, kami akan segera meluncurkan angkutan sekolah. Ini program yang sangat dinanti, terutama oleh para orang tua yang setiap hari harus mengantar-jemput anaknya ke sekolah," jelas Widjaja.
Angkutan sekolah diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Dengan adanya moda transportasi khusus pelajar, orang tua tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar anak, sehingga volume kendaraan di jalan bisa berkurang.
Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pelajar dalam perjalanan ke dan dari sekolah. Armada angkutan sekolah akan dilengkapi dengan standar keselamatan yang memadai.
Re-routing Angkot: Menyesuaikan Zaman
Program kedua yang tengah dimatangkan oleh Dishub Kota Malang adalah re-routing atau penataan ulang jalur angkutan kota. Widjaja mengakui bahwa kajian terkait jalur-jalur yang akan disesuaikan sebenarnya telah disiapkan sejak tahun lalu.
"Kami akan mengonfirmasi kembali bersama para pengemudi angkot. Mereka adalah pemangku kepentingan utama, sehingga masukan dari mereka sangat penting," ujarnya.
Menurut Widjaja, penataan ulang trayek ini sangat diperlukan karena perkembangan kawasan permukiman dan kebutuhan mobilitas masyarakat terus berubah. Ia menyebut sebagian jalur angkot yang ada saat ini masih mengacu pada pola layanan lama sejak akhir 1980-an.
"Bayangkan, pola trayek yang masih dipakai sekarang itu sudah berusia hampir 40 tahun. Zaman sudah berubah, permukiman sudah berkembang, tapi trayeknya masih itu-itu saja. Peluangnya justru memberi akses layanan lebih luas kepada masyarakat," kata Widjaja.
Dengan re-routing, diharapkan angkutan kota dapat menjangkau kawasan-kawasan permukiman baru yang selama ini tidak terlayani. Selain itu, trayek yang lebih efisien juga dapat meningkatkan okupansi angkot dan pendapatan para pengemudi.
Artikel Terkait
Sebelum Pensiun 2026, Kadishub Malang Widjaja Saleh Fokus Rampungkan Angkutan Sekolah dan Re-routing Angkot