Malang , Indexindonesia.com – Kabar gembira datang dari Malang Utara. Stasiun Lawang yang udah berdiri sejak jaman Belanda itu kini makin ramai peminatnya. Tercatat sepanjang Januari–April 2026, jumlah penumpang naik di stasiun ini melonjak 21,67% dibanding tahun lalu. Totalnya nyaris 10.500 orang!
Kenaikan ini jadi bukti kalau masyarakat Lawang dan sekitarnya mulai sadar naik kereta api itu lebih enak, murah, dan nggak bikin stres di jalan macet.
Kepastian Waktu Bikin Komuter Betah
Anne Purba, Wakil Presiden Corporate Communication KAI, bilang ini bukan kebetulan. “Masyarakat produktif di Lawang, mulai dari pekerja, pelajar, sampai pedagang, butuh transportasi yang tepat waktu. Kereta api kasih solusi itu,” ujarnya kepada Mediapewarta.
Salah satu pengguna setia adalah Budi Santoso (34), karyawan pabrik di Sidoarjo. Setiap pagi dia naik Commuter Line dari Lawang. “Dulu pakai motor, macetnya minta ampun. Sekarang naik kereta, Rp15 ribu sampai Sidoarjo. Di atas kereta bisa tidur atau sarapan. Sampai kantor masih segar,” ceritanya.
Nenek-Nenek Penjual Bunga Mawar Bersyukur
Tak hanya penumpang biasa, pedagang kecil di sekitar stasiun juga ikut kebanjiran rezeki. Yatini (60), penjual mawar potong di lobi Stasiun Lawang, mengaku omzetnya naik dua kali lipat sejak stasiun ini ramai.
“Dulu sepi, sehari cuma laku 20 tangkai. Sekarang, apalagi kalau akhir pekan, bisa sampai 100 tangkai! Yang beli banyak komuter yang mau pulang ke Surabaya, mereka beli oleh-oleh bunga,” katanya sambil tertawa.
Data BPS menyebut Lawang menghasilkan lebih dari 3,7 juta tangkai bunga mawar setahun. Jadi makin banyak penumpang, makin cepat pula bunga-bunga itu laku.
Stasiun Harga Merakyat, Tarif Mulai Rp12.000
Salah satu magnet utama adalah harga tiket yang sangat ramah di kantong. KA Commuter Line Dhoho dan Penataran mematok tarif hanya Rp12.000 hingga Rp24.000 untuk rute Lawang–Surabaya atau Lawang–Malang.
“Coba bandingkan dengan bensin motor dan biaya parkir. Jelas kereta lebih hemat. Apalagi sekarang BBM lagi naik,” celetuk Siti Rohmah (28), seorang guru yang setiap hari komuter ke Malang.
Stasiun Tertinggi, Punya Fungsi Rahasia
Tahukah kamu? Stasiun Lawang adalah stasiun tertinggi di Daerah Operasi 8 Surabaya, yaitu +491 meter di atas permukaan laut. Karena posisinya di ketinggian, stasiun ini jadi tempat pemeriksaan rem otomatis bagi semua kereta yang lewat.
Artikel Terkait
Makin Laris! Stasiun Lawang Naik 21,67%, Warga Malang Utara Kini Pilih Kereta Daripada Macet